JAKARTA – Sehari setelah kehilangan posisi sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno kembali menyambangi Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Kali ini, kedatangannya bukan dalam kapasitas sebagai anggota kabinet, melainkan untuk menghadiri agenda pelantikan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pratikno tiba di Kompleks Istana sekitar pukul 13.50 WIB dengan mengenakan jas hitam dan dasi biru muda. Ia datang bersama istrinya yang mengenakan kebaya berwarna cokelat.
“Iya ini saya diundang untuk pelantikan apa, Wantimpres,” kata Pratikno kepada wartawan.
Namanya sebelumnya santer disebut akan menjadi salah satu anggota, bahkan berpeluang menduduki posisi Ketua Wantimpres. Namun, Pratikno belum memastikan jabatan yang akan diembannya.
“Ya nanti kita lihat, saya belum memperoleh salinan Keppres,” ujarnya.
Meski demikian, Pratikno menegaskan dirinya siap menjalankan penugasan apa pun yang diberikan Presiden.
“Semua penugasan yang dilakukan untuk kepentingan negara, kepentingan masyarakat harus dilaksanakan sebaik-baiknya,” katanya.
Pratikno juga mengungkapkan bahwa tawaran untuk bergabung dalam Wantimpres bukan muncul secara tiba-tiba. Menurut dia, proses pembicaraan mengenai penugasan tersebut telah berlangsung cukup lama.
Sehari Sebelumnya, Pratikno Kehilangan Kursi Menko PMK
Kemunculan Pratikno di Istana menjadi perhatian karena terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo melakukan perombakan kabinet.
Dalam reshuffle pada Kamis (1/10/2026), posisi Menko PMK yang sebelumnya ditempati Pratikno beralih kepada Sugiono.
Seusai pelantikan pejabat kabinet pada Kamis, Pratikno sempat memberikan sinyal bahwa dirinya akan mendapatkan penugasan baru. Saat ditanya mengenai kemungkinan masuk Wantimpres, ia meminta publik menunggu perkembangan pada hari berikutnya.
Kini, sinyal tersebut mengarah pada agenda yang berlangsung di Istana.
Namun, sampai sebelum pelantikan berlangsung, posisi pasti Pratikno di dalam struktur Wantimpres masih menunggu keputusan resmi Presiden.
Sejumlah Tokoh Nasional Berdatangan
Pratikno bukan satu-satunya tokoh yang hadir.
Sejumlah nama lain juga terlihat memasuki Kompleks Istana menjelang agenda pelantikan. Di antaranya mantan Kepala BIN Budi Gunawan, pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir, Ketua Umum Persatuan Umat Buddha Indonesia Philip Kuntjoro Widjaja, Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana, serta peneliti senior dan salah satu pendiri CSIS Jusuf Wanandi.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa pembentukan Wantimpres kali ini menghimpun tokoh dengan latar belakang yang beragam, mulai dari birokrasi, keamanan, dunia usaha hingga lembaga kajian strategis.
Jusuf Wanandi bahkan secara terbuka menyebut kedatangannya berkaitan dengan pelantikan sebagai anggota Wantimpres.
Ia juga menyampaikan bahwa pemberitahuan mengenai pelantikan diterimanya sekitar dua hari sebelumnya.
Bukan Sekadar Pergantian Jabatan
Perpindahan Pratikno dari kursi Menko PMK menuju agenda Wantimpres, jika dikukuhkan melalui keputusan resmi Presiden, memperlihatkan perubahan bentuk peran seorang pejabat dalam pemerintahan.
Sebagai menteri koordinator, Pratikno berada dalam struktur eksekutif dan menjalankan fungsi koordinasi pemerintahan pada bidang pembangunan manusia dan kebudayaan.
Sementara Wantimpres memiliki fungsi berbeda, yakni memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Karena itu, perhatian publik tidak hanya tertuju pada siapa saja yang dilantik, tetapi juga pada komposisi tokoh yang dipilih dan bagaimana pengalaman mereka nantinya digunakan untuk memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Di titik inilah pelantikan Wantimpres menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial.
Komposisi lembaga tersebut akan menunjukkan siapa saja yang dipercaya berada di ruang pemberian nasihat kepada Presiden ketika pemerintahan memasuki fase baru setelah reshuffle kabinet.
Yang Perlu Ditunggu dari Pelantikan Hari Ini
Ada beberapa informasi penting yang masih menunggu kepastian resmi.
Pertama, siapa yang ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua Wantimpres.
Kedua, siapa saja anggota yang dilantik secara resmi.
Ketiga, bagaimana latar belakang masing-masing tokoh dan bidang apa yang akan menjadi perhatian mereka.
Dan keempat, sejauh mana keberadaan Wantimpres akan memengaruhi pola pemberian pertimbangan kepada Presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Untuk sementara, nama-nama yang hadir di Istana baru memberikan gambaran awal.
Keputusan Presiden dan hasil pelantikan akan menjadi dasar untuk membaca lebih jauh arah baru Wantimpres di era Prabowo.
Bagi Pratikno, pergeseran ini juga menarik dicermati. Sehari setelah meninggalkan kursi Menko PMK, ia kembali ke Istana dengan kemungkinan mengambil peran berbeda: bukan lagi sebagai pelaksana kebijakan dalam kabinet, melainkan sebagai bagian dari ruang yang memberikan pertimbangan kepada Presiden.
Penulis: Sugeng






