TANGERANG RAYA, Analistis.com — Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Tangerang membawa pesan tentang peran santri dalam pembangunan, kerukunan, dan kehidupan sosial. Namun, di balik seremoni tersebut, tantangan berikutnya adalah memastikan perhatian terhadap santri berujung pada program yang nyata dan dapat dirasakan masyarakat.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri puncak peringatan HSN yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang di halaman Sekretariat PCNU, Kaduagung, Kecamatan Tigaraksa, Sabtu (24/10/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, Maesyal mengapresiasi rangkaian kegiatan PCNU dan menekankan pentingnya kontribusi santri bagi kemajuan bangsa. Ia juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan antarumat beragama serta memperkuat toleransi di tengah keberagaman.
Santri, menurutnya, memiliki peran dalam perjalanan sejarah Indonesia, mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan di berbagai bidang. Peran tersebut diharapkan terus berkembang seiring perubahan zaman.
Namun, penghargaan terhadap kontribusi santri tidak cukup berhenti pada pernyataan dan peringatan tahunan. Akses pendidikan, kualitas fasilitas pesantren, dan kesempatan meningkatkan keterampilan menjadi bagian penting untuk memastikan santri memiliki ruang berkembang yang lebih luas.
Beasiswa dan pendidikan gratis menunggu kejelasan pelaksanaan
Salah satu isu penting yang mengemuka dalam rangkaian HSN tahun ini adalah dukungan terhadap pendidikan santri.
Ketua PCNU Kabupaten Tangerang, dr. KH. Makhmud Jumhur, menyampaikan bahwa pihaknya mendorong program beasiswa untuk membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar dan santri melanjutkan pendidikan serta mengembangkan potensi diri.
Program beasiswa tersebut menjadi penting karena kesempatan memperoleh pendidikan lanjutan dapat memengaruhi kemampuan generasi muda untuk bersaing dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Di sisi pemerintah daerah, Bupati Maesyal sebelumnya menyampaikan rencana memperluas program pendidikan gratis secara bertahap bagi siswa madrasah ibtidaiyah dan tsanawiyah swasta. Pemerintah daerah juga berencana mengupayakan kuliah gratis bagi guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dan santri lulusan SMA atau sederajat melalui proses seleksi.
Rencana tersebut, sebagaimana disampaikan Pemkab Tangerang pada 22 Oktober 2026, masih akan dirumuskan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Baca Juga: 26 Tahun Banten, Capaian Pembangunan Dipaparkan: Ujiannya Kini Bukan Lagi Program, tapi Dampak
Karena itu, publik perlu membedakan antara rencana kebijakan dan program yang sudah berjalan. Kejelasan mengenai sasaran penerima, mekanisme seleksi, jadwal pelaksanaan, serta alokasi anggaran akan menentukan sejauh mana komitmen tersebut dapat diterjemahkan menjadi akses pendidikan yang lebih merata.
Kegiatan sosial perlu berlanjut setelah peringatan
Rangkaian HSN PCNU Kabupaten Tangerang tidak hanya berisi kegiatan seremonial. Menurut Makhmud Jumhur, agenda yang digelar meliputi doa bersama, lomba kasidah, pelatihan memasak, Liga Santri, sosialisasi bantuan usaha, dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
PCNU juga menilai kegiatan tersebut sebagai upaya mempererat ukhuwah, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memberi manfaat bagi santri maupun warga.
Pada kesempatan yang sama, Maesyal secara simbolis meluncurkan Rumah Mualaf di Sekretariat PCNU Kabupaten Tangerang sebagai bagian dari upaya mendukung pembinaan dan pendampingan bagi para mualaf.
Berbagai kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa peringatan Hari Santri dapat menjadi ruang untuk memperluas layanan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Tantangannya adalah memastikan kegiatan tidak berhenti ketika rangkaian acara berakhir.
Pelatihan keterampilan, misalnya, akan lebih bermakna jika peserta memperoleh pendampingan lanjutan dan kesempatan mengembangkan usaha. Demikian pula sosialisasi bantuan usaha perlu diikuti informasi yang jelas tentang persyaratan, proses pengajuan, dan bentuk dukungan yang tersedia.
Mengukur perhatian dari manfaat yang dirasakan
Peringatan Hari Santri Nasional memiliki makna historis dan sosial. Akan tetapi, ukuran keberhasilannya tidak semata-mata terletak pada besarnya acara atau banyaknya kegiatan yang diselenggarakan.
Hal yang lebih mendasar adalah apakah santri memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik, apakah fasilitas pesantren semakin layak, dan apakah program pemberdayaan benar-benar membantu masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tangerang dan PCNU memiliki ruang untuk memperkuat sinergi tersebut. Pemerintah daerah dapat memperjelas arah kebijakan, dukungan anggaran, dan indikator capaian, sementara organisasi masyarakat dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan serta mengawal manfaat program di lapangan.
Bagi publik, pertanyaan penting setelah peringatan HSN 2026 bukan hanya apa saja kegiatan yang telah digelar, melainkan juga program mana yang akan berlanjut dan bagaimana hasilnya dapat diukur.
Pada akhirnya, penghormatan terhadap santri akan lebih terasa ketika nilai perjuangan, kemandirian, dan pengabdian diterjemahkan menjadi kesempatan nyata untuk belajar, berkembang, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Arya




