JAKARTA, Analistis.com — Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto mengajak pengemudi ojek daring (ojol) menjaga kesehatan dan mengutamakan keselamatan saat bekerja. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan “Sabtu Berkah” bersama pengemudi ojol di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
“Yang penting jaga kesehatan dan keselamatan. Jadi kalau mau ke mana-mana, utamakan itu,” kata Dadang.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi Kapolda untuk menyapa dan berbincang langsung dengan para pengemudi. Sejumlah pejabat Polda Metro Jaya turut hadir, di antaranya Direktur Intelkam, Direktur Lalu Lintas, dan Direktur Binmas.
Dadang mengingatkan pengemudi agar berhati-hati saat bekerja. Ia juga mengimbau mereka berdoa sebelum berangkat mencari nafkah agar dapat kembali ke rumah dengan selamat dan bertemu keluarga.
Keselamatan Ojol Bukan Sekadar Imbauan
Bagi pengemudi ojol, jalan raya merupakan ruang kerja yang dihadapi setiap hari. Mobilitas tinggi membuat keselamatan berkendara menjadi hal penting, baik untuk melindungi pengemudi sendiri maupun penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Karena itu, pesan mengenai kesehatan dan keselamatan perlu menjadi bagian dari kebiasaan kerja sehari-hari. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, kondisi kendaraan yang layak, serta sikap waspada di jalan merupakan unsur penting dalam mengurangi risiko kecelakaan.
Namun, keselamatan tidak hanya bergantung pada pengemudi. Kondisi jalan, perilaku pengguna jalan lain, dan kepatuhan seluruh pihak terhadap aturan lalu lintas turut memengaruhi risiko yang dihadapi pekerja transportasi daring.
Dengan demikian, edukasi keselamatan akan lebih bermakna apabila disertai komunikasi yang berkelanjutan dan upaya nyata membangun budaya berlalu lintas yang tertib.
Sabtu Berkah Direncanakan Berlangsung Setiap Pekan
Dadang menyampaikan bahwa kegiatan “Sabtu Berkah” bersama pengemudi ojol direncanakan berlangsung rutin setiap Sabtu. Program tersebut dimaksudkan sebagai sarana berbagi dan menjaga silaturahmi dalam semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.
Pertemuan langsung seperti ini membuka ruang bagi kepolisian untuk berinteraksi dengan komunitas yang sehari-hari memiliki mobilitas tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Akan tetapi, keberlanjutan program tidak hanya diukur dari seberapa rutin kegiatan dilaksanakan. Ruang dialog juga dapat dimanfaatkan untuk mendengarkan persoalan yang dihadapi pengemudi, termasuk keselamatan di jalan dan kebutuhan komunikasi dengan aparat.
Konsistensi dalam mendengarkan masukan masyarakat menjadi salah satu unsur penting agar kegiatan sosial tidak berhenti pada pertemuan seremonial.
Pengemudi Ojol Apresiasi Pertemuan dengan Kapolda
Hendri Manurung (38), pengemudi ojol asal Jakarta Utara yang telah bekerja sejak 2015, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian Kapolda Metro Jaya dan berharap komunikasi antara kepolisian dengan komunitas ojol terus terjalin.
Apresiasi serupa disampaikan Jefry Gobang, koordinator ojol wilayah Kabupaten Bekasi. Ia menyambut baik bantuan yang diberikan dan kesempatan bersilaturahmi langsung dengan jajaran Polda Metro Jaya.
Menurut Jefry, kegiatan tersebut bermanfaat untuk menjaga sinergi antara komunitas pengemudi ojol dan kepolisian.
Tanggapan kedua pengemudi itu menunjukkan sambutan positif dari peserta yang disebut dalam kegiatan tersebut. Namun, pandangan mereka tidak serta-merta mewakili seluruh komunitas ojol di Jakarta dan sekitarnya.
Kedekatan Perlu Diikuti Komunikasi yang Konsisten
Kegiatan Sabtu Berkah memperlihatkan upaya Polda Metro Jaya membangun hubungan langsung dengan komunitas pengemudi ojol. Agar manfaatnya berkelanjutan, komunikasi tersebut perlu memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman, kebutuhan, dan persoalan yang mereka hadapi.
Bagi pengemudi ojol, keselamatan berkaitan langsung dengan kemampuan mencari nafkah dan kembali ke rumah dengan selamat. Bagi kepolisian, hubungan yang terjaga dengan masyarakat dapat menjadi sarana edukasi serta pertukaran informasi mengenai persoalan keamanan dan ketertiban.
Pada akhirnya, nilai sebuah program rutin tidak hanya terletak pada pelaksanaannya, tetapi juga pada konsistensi komunikasi dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Pesan keselamatan akan lebih kuat ketika didukung perilaku berkendara yang tertib serta kerja sama seluruh pengguna jalan.
Analistis.com — Tajam Membaca Peristiwa.
