JAKARTA, ANALISTIS.COM – Banten kembali memiliki jejak kuat dalam perjalanan kepemimpinan tertinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi dilantik sebagai Kapolri ke-26 setelah sebelumnya dipercaya memimpin sejumlah jabatan strategis di institusi Bhayangkara.
Suyudi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Pelantikan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri. Bersamaan dengan pelantikan itu, Suyudi yang sebelumnya berpangkat Komisaris Jenderal resmi menyandang pangkat Jenderal Polisi.
Namun, bagi Banten, pergantian pucuk pimpinan Polri kali ini memiliki arti lebih dari sekadar pergantian jabatan.
Suyudi merupakan putra kelahiran Pandeglang, Banten. Sebelum ditunjuk menjadi Kapolri, ia pernah memimpin Polda Banten pada 2024–2025 dan kemudian dipercaya menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Dari rekam jejak tersebut, Suyudi menjadi salah satu dari sejumlah nama yang memiliki kaitan karier dengan Banten sebelum mencapai posisi tertinggi dalam struktur kepolisian.
Dari Kapolda Banten ke Kapolri
Jauh sebelum Suyudi, nama Jenderal Polisi (Purn) Timur Pradopo lebih dahulu menorehkan jejak serupa.
Timur pernah menjabat Kapolda Banten pada 2005–2008. Setelah itu, kariernya berlanjut hingga dipercaya menjadi Kapolri dan memimpin Polri pada 2010–2013.
Nama berikutnya adalah Jenderal Polisi (Purn) Badrodin Haiti. Ia menjabat Kapolda Banten pada 28 Januari hingga 10 Desember 2005. Sepuluh tahun kemudian, Badrodin dipercaya menjadi Kapolri dan memimpin institusi tersebut pada 2015–2016.
Banten juga menjadi bagian dari perjalanan karier Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian. Sebelum menduduki jabatan Kapolri pada 2016–2019, Tito pernah menjadi Kapolres Serang pada 2005. Rekam jejaknya di Serang menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjangnya hingga ke tingkat nasional.
Kemudian ada nama Komjen Pol (Purn) Ari Dono Sukmanto. Ia pernah menjabat Kapolres Serang pada 2003 dan selanjutnya meniti karier di sejumlah posisi strategis reserse hingga menjadi Wakapolri.
Ari Dono juga pernah menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas Kapolri pada 2019 setelah Tito Karnavian meninggalkan jabatan Kapolri untuk menjadi Menteri Dalam Negeri. Ia tidak tercatat sebagai Kapolri definitif.
Nama lainnya adalah Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Sebelum menjadi Kapolri pada 2021, Listyo pernah menjabat Kapolda Banten pada 5 Oktober 2016 hingga 13 Agustus 2018.
Setelah meninggalkan Banten, perjalanan karier Listyo berlanjut sebagai Kadiv Propam dan Kabareskrim sebelum akhirnya dipercaya menjadi Kapolri. Ia memimpin Polri hingga 1 Oktober 2026, sebelum tongkat kepemimpinan diserahkan kepada Suyudi.
Banten sebagai Titik Persinggahan Karier
Jika ditarik dalam satu garis, terdapat enam nama yang memiliki jejak karier di Banten dan kemudian mencapai posisi puncak atau menjalankan tugas pada level tertinggi kepemimpinan Polri: Suyudi Ario Seto, Timur Pradopo, Badrodin Haiti, Tito Karnavian, Ari Dono Sukmanto, dan Listyo Sigit Prabowo.
Namun, jejak tersebut memiliki bentuk yang berbeda.
Timur, Badrodin, Suyudi dan Listyo pernah memimpin Polda Banten. Sementara Tito dan Ari Dono pernah memimpin Polres Serang. Ari Dono kemudian sempat menjalankan tugas sebagai Plt Kapolri.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa Banten bukan hanya menjadi wilayah penugasan bagi sejumlah perwira yang kemudian menempati posisi strategis di tingkat nasional. Dalam kasus Suyudi, hubungan itu bahkan dimulai dari tempat kelahirannya di Pandeglang, kemudian berlanjut dengan penugasan sebagai Kapolda Banten sebelum akhirnya mencapai posisi Kapolri.
Kini, Suyudi menghadapi babak baru dalam perjalanan kariernya.
Sebagai Kapolri ke-26, ia memimpin institusi dengan struktur nasional yang kompleks, sementara rekam jejaknya di Banten menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang menuju posisi tersebut.
Bagi Banten, nama Suyudi menambah panjang catatan perwira yang pernah bertugas di wilayah ini sebelum mencapai posisi penting di tingkat nasional.
Penulis: Elfan







2 komentar