Empat Hari Jadi Kapolri, Suyudi Pulang ke Lebak: Ziarah ke Makam Kakek-Nenek

LEBAK, ANALISTIS.COM – Empat hari setelah resmi dilantik sebagai Kapolri, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kembali ke Kabupaten Lebak, Banten.

Bukan untuk agenda kedinasan atau kunjungan resmi institusi Polri. Suyudi datang ke Rangkasbitung untuk berziarah ke makam kakek dan neneknya di Kampung Lebak Picung, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, Minggu (4/10/2026).

Kunjungan tersebut memperlihatkan sisi lain Suyudi setelah dipercaya menduduki jabatan tertinggi di tubuh Polri.

Di tengah perubahan statusnya dari pejabat tinggi menjadi Kapolri, kebiasaan untuk kembali ke tempat keluarganya tetap dilakukan.

Bagi keluarga dan warga sekitar, ziarah tersebut bukan sesuatu yang baru.

Bukan Kunjungan Pertama

Kasi Humas Polres Lebak Iptu Moestafa Ibnu Syafir membenarkan kedatangan Suyudi ke Rangkasbitung.

Menurutnya, Suyudi memang kerap berziarah ke makam keluarganya di wilayah tersebut, termasuk ketika masih menjabat sebagai Kapolda Banten.

“Benar, beliau sering berziarah ke makam kakek dan neneknya yang dimakamkan di Rangkasbitung,” kata Moestafa saat dihubungi.

Suyudi berada di Rangkasbitung sekitar 30 menit untuk berziarah sebelum melanjutkan perjalanan.

“Sekitar setengah jam. Bukan kali ini saja. Saat menjabat Kapolda pun, beliau sering berziarah,” ujarnya.

Keterangan tersebut menunjukkan bahwa kunjungan ke makam keluarga bukan kebiasaan yang baru dilakukan setelah Suyudi menjadi Kapolri.

Dari Puncak Polri Kembali ke Makam Keluarga

Kunjungan ke Lebak menjadi menarik karena waktunya berdekatan dengan perubahan besar dalam perjalanan karier Suyudi.

Pada 1 Oktober 2026, Suyudi resmi dilantik sebagai Kapolri. Jabatan tersebut menempatkannya di puncak kepemimpinan institusi Polri.

Namun, hanya beberapa hari setelah memasuki posisi tersebut, Suyudi kembali ke tempat yang jauh lebih personal: makam keluarganya di Lebak.

Di situlah sisi lain perjalanan seorang pejabat negara terlihat.

Jabatan berubah. Rutinitas keluarga belum tentu ikut berubah.

Baca Juga: Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri ke-26, Jejak Banten Kembali Muncul di Puncak Polri

Lebak dalam Jejak Kehidupan Suyudi

Kedekatan Suyudi dengan Banten bukan sekadar karena pernah memimpin Polda Banten.

Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, Suyudi memiliki perjalanan karier panjang di kepolisian dan pernah menjalankan tugas di Banten.

Kunjungan ke Rangkasbitung memperlihatkan bahwa hubungan tersebut juga memiliki sisi personal. Keluarga Suyudi memiliki akar di Lebak, sementara makam kakek dan neneknya berada di wilayah tersebut.

Maman, warga setempat, mengatakan Suyudi memang sudah sering datang berziarah sebelum menjabat sebagai Kapolri.

“Pak Suyudi sering berziarah ke makam kakek dan neneknya karena keluarganya memang berasal dari Kampung Lebak Picung,” kata Maman.

Menurut Maman, ibu Suyudi merupakan warga asli Lebak, sedangkan ayahnya berasal dari Kabupaten Pandeglang.

“Kalau tidak salah, ibunya orang Lebak Picung dan bapaknya dari Pandeglang. Kakek dan neneknya meninggal dan dimakamkan di sini,” ujarnya.

Ketika Jabatan Tinggi Tidak Memutus Akar

Ziarah memang bukan kebijakan publik dan tidak menghasilkan keputusan institusional.

Namun, peristiwa sederhana semacam ini memiliki nilai lain ketika yang melakukannya adalah pejabat yang baru saja menduduki posisi tertinggi di kepolisian.

Suyudi kini berada di posisi yang membuat setiap langkahnya memiliki bobot institusional. Tetapi ketika berada di Lebak, ia datang bukan dengan agenda besar sebagai Kapolri.

Ia datang sebagai bagian dari keluarga yang masih memiliki ikatan dengan tempat tersebut.

Itulah yang membuat kunjungan ini menarik.

Di tengah jabatan yang semakin tinggi, hubungan seseorang dengan akar keluarganya justru terlihat dari hal-hal yang sederhana.

Bagi Banten, kedatangan Suyudi ke Lebak juga kembali memperlihatkan bahwa perjalanan seorang Kapolri tidak hanya memiliki jejak karier, tetapi juga memiliki akar personal yang tertanam di daerah.

Dan empat hari setelah dilantik, Suyudi memilih kembali sejenak ke akar itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *