JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta proses pembelajaran di sekolah swasta di Jakarta Selatan yang menjadi lokasi temuan ratusan senjata tetap berlangsung normal. Di sisi lain, aparat penegak hukum didorong mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan.
Menurut Hetifah, keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama. Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) diminta berkoordinasi dengan kepolisian agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu.
“Kami mendorong Kementerian untuk berkoordinasi secara intens dengan kepolisian, memastikan proses pembelajaran di sekolah tidak terganggu, serta melakukan evaluasi terhadap tata kelola aset, pengawasan, dan sistem keamanan di satuan pendidikan,” ujar Hetifah, Jumat (7/8/2026).
Ia menegaskan, temuan berbagai barang yang diduga berupa senjata api maupun barang lain di lingkungan sekolah merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara menyeluruh.
Namun, Hetifah mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai. Menurutnya, asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi hingga aparat penegak hukum memastikan status seluruh barang yang ditemukan serta pihak yang bertanggung jawab.
Komisi X DPR RI, lanjut Hetifah, hingga kini juga belum menerima penjelasan resmi dari aparat penegak hukum maupun Kemendikdasmen mengenai perkembangan penanganan kasus tersebut.
Hampir Seribu Senjata Ditemukan
Kasus ini mencuat setelah pihak sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menemukan 995 unit senjata api dan air gun di sejumlah ruangan sekolah pada 10 Juli 2026.
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan sekolah, Untung Sangaji, mengatakan penemuan bermula saat pihak sekolah membuka ruangan yang akan digunakan untuk kebutuhan kegiatan belajar.
Selain air gun, petugas bersama kepolisian menemukan berbagai komponen yang diduga senjata api, di antaranya laras kaliber 5,56 milimeter, senjata genggam kaliber 9 milimeter dan 40 milimeter, magazine jenis Glock dan M4, senjata jenis Walther, serta barang yang diduga narkotika dan puluhan keping VCD bermuatan pornografi.
Seluruh barang tersebut telah diamankan Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami status hukum masing-masing barang, termasuk membedakan antara senjata api, airsoft gun berizin, maupun perlengkapan lain yang diduga melanggar hukum.
Analisis: Alarm Pengawasan di Lingkungan Sekolah
Terlepas dari proses penyelidikan yang masih berjalan, kasus ini menjadi pengingat penting mengenai perlunya penguatan tata kelola aset dan sistem pengawasan di lingkungan pendidikan.
Sekolah selama ini dipandang sebagai ruang aman bagi peserta didik. Karena itu, keberadaan ratusan barang yang diduga berkaitan dengan senjata di area sekolah menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap aset, pemanfaatan ruangan, serta mekanisme pengendalian akses di lingkungan pendidikan.
Pernyataan Komisi X DPR yang meminta pembelajaran tetap berjalan menunjukkan bahwa perlindungan hak siswa untuk memperoleh pendidikan harus tetap menjadi prioritas. Namun, pada saat yang sama, evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan sekolah menjadi langkah penting agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
Eeng.






