Polda Banten Gandeng Dunia Usaha, 175 Peserta Poliran Sudah Tersalurkan

TANGERANG — Polda Banten memperkuat tahap penyaluran peserta Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dengan menggandeng dunia usaha dan industri.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Banten dan PT Gyokai Indonesia Kompeten di Gedung Gyokai Indonesia Kompeten, Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat akses peserta Poliran menuju dunia kerja maupun kewirausahaan. Pada saat yang sama, kolaborasi tersebut juga dikaitkan dengan penguatan pendidikan vokasi industri.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, persoalan pengangguran perlu ditangani secara bersama karena tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan persoalan sosial dan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Pengangguran masih menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama. Masih banyak anak-anak muda yang memiliki semangat dan potensi, namun belum memperoleh keterampilan maupun akses yang memadai menuju dunia kerja,” ujar Hengki.

Enam Gelombang, 567 Peserta

Program Poliran yang dikoordinasikan Ditbinmas Polda Banten telah berjalan dalam enam gelombang pelatihan dan pembinaan.

Sebanyak 567 orang tercatat telah mengikuti program tersebut. Dari jumlah itu, 175 orang telah disalurkan untuk bekerja di perusahaan maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Poliran dijalankan melalui tiga tahapan utama, yakni merekrut, melatih dan menyalurkan.

Perekrutan dilakukan melalui Bhabinkamtibmas yang tersebar di enam Polres jajaran Polda Banten untuk menjangkau masyarakat, terutama anak muda yang belum bekerja tetapi memiliki kemauan untuk berkembang.

Peserta kemudian dibekali berbagai keterampilan sesuai kebutuhan dan potensi, antara lain mengelas, bercocok tanam, beternak hingga pengelolaan bank sampah.

“Kita ingin mempersiapkan bukan sekadar sumber daya manusia yang bisa bekerja, tetapi mereka yang siap bekerja, berkarakter, disiplin dan berakhlak,” kata Hengki.

Dari Pelatihan ke Penyaluran

Data tersebut memperlihatkan bahwa Poliran tidak hanya berada pada tahap pelatihan. Sebagian peserta telah masuk ke tahap penyaluran, sementara Polda Banten kini memperkuat hubungan dengan dunia usaha untuk memperluas akses tersebut.

Dalam kerja sama dengan PT Gyokai Indonesia Kompeten, perusahaan tersebut diposisikan sebagai mitra strategis yang menjadi jembatan bagi alumni Poliran menuju jejaring perusahaan dan industri maupun kewirausahaan.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita memiliki Gyokai Indonesia Kompeten sebagai mitra strategis yang akan menjadi jembatan dalam menyalurkan alumni Poliran kepada industri dan perusahaan dalam jejaring kerja samanya maupun menuju kewirausahaan,” ujar Hengki.

PT Gyokai juga memiliki kemitraan dengan sekitar 200 perusahaan untuk kebutuhan magang dan penempatan kerja. Dalam program vokasi yang dijelaskan pada kegiatan tersebut, pembelajaran menggabungkan teori di kelas dengan praktik langsung di industri.

Ukuran Berikutnya Ada pada Implementasi

Hengki menegaskan kerja sama tersebut tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen.

“Saya berharap penandatanganan kerja sama ini tidak terhenti pada dokumen yang kita tanda tangani. Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan setelahnya. Berapa banyak anak muda yang dapat kita siapkan, berapa banyak kesempatan kerja yang dapat kita buka, dan berapa banyak keluarga yang kehidupannya dapat kita bantu menjadi lebih baik,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menempatkan tahap setelah pelatihan sebagai bagian penting dari keberlanjutan Poliran. Tantangannya bukan hanya menjangkau peserta dan memberikan keterampilan, tetapi memastikan tersedia jalur yang menghubungkan keterampilan tersebut dengan pekerjaan atau usaha.

Selain Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, kegiatan tersebut dihadiri Sekda Provinsi Banten Deden Apriandi, CEO PT Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pamudi, jajaran PJU Polda Banten, Forkopimda Kabupaten Tangerang serta pimpinan dan perwakilan perusahaan.

Bagi Polda Banten, kolaborasi dengan dunia usaha diharapkan memperluas kesempatan kerja bagi generasi muda. Sementara bagi peserta Poliran, tahap penyaluran menjadi fase berikutnya setelah pelatihan yang menentukan ke mana keterampilan yang telah diperoleh dapat digunakan.

 

Irawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *