SERANG, ANALISTIS.COM — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pembangunan daerah harus ditopang sistem pemerintahan yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan tidak boleh bergantung pada siapa yang sedang memimpin pemerintahan.
Pernyataan itu disampaikan Andra dalam Rapat Paripurna DPRD Banten dalam rangka memperingati HUT ke-26 Provinsi Banten, Minggu (4/10/2026).
Menurut Andra, pembangunan yang baik bukan sekadar meninggalkan gedung, jalan, proyek, atau penghargaan. Yang lebih penting adalah meninggalkan sistem pemerintahan yang semakin baik dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Legacy yang paling penting adalah sistem pemerintahan yang semakin baik, yang diakui oleh masyarakat dan dirasakan manfaatnya,” kata Andra.
Pembangunan Harus Diukur dari Dampaknya
Andra mengatakan keberhasilan pembangunan harus memiliki ukuran yang sederhana, tetapi substantif.
Pembangunan sekolah, misalnya, tidak cukup dinilai dari jumlah bangunan yang didirikan. Pemerintah harus melihat apakah akses pendidikan bertambah dan kualitas belajar meningkat.
Begitu pula pembangunan jalan. Ukurannya bukan hanya panjang jalan yang dibangun, tetapi dampaknya terhadap waktu tempuh dan biaya logistik masyarakat.
Hal serupa berlaku untuk program pelatihan kerja.
“Jika investasi masuk, ukur berapa lapangan pekerjaan yang tercipta,” ujarnya.
Cara pandang tersebut menempatkan dampak sebagai ukuran keberhasilan pembangunan, bukan sekadar banyaknya program yang dapat dilaporkan telah selesai.
Investasi Bukan Sekadar Angka
Pernyataan Andra mengenai investasi juga memiliki konteks dengan persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian Analistis.com.
Investasi Banten terus berkembang, tetapi tantangannya adalah memastikan arus modal tersebut terhubung dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Baca Juga: Investasi Terus Mengalir, Mengapa Banten Belum Menjadi Pusat Industri Berbasis SDM?
Dengan demikian, ukuran keberhasilan investasi tidak berhenti pada nilai rupiah yang masuk ke Banten.
Pertanyaan berikutnya adalah berapa banyak lapangan kerja yang tercipta, seberapa besar tenaga kerja lokal terserap, serta apakah kehadiran investasi ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di titik ini, pembangunan ekonomi membutuhkan sistem yang mampu menghubungkan investasi, pendidikan, pelatihan, ketenagakerjaan, dan kebutuhan industri.
Persoalan Berikutnya: Pemerataan
Tantangan pembangunan Banten juga tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut dirasakan secara lebih merata.
Analistis.com sebelumnya menyoroti kesenjangan pembangunan di wilayah Banten Selatan yang masih menjadi salah satu pekerjaan rumah pembangunan daerah.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya mengejar angka pertumbuhan.
Pemerintah juga harus memastikan infrastruktur, akses ekonomi, pendidikan, dan kesempatan kerja berkembang di wilayah yang selama ini belum menikmati pertumbuhan dengan kecepatan yang sama.
Karena itu, ketika Andra berbicara mengenai sistem pemerintahan, persoalannya sebenarnya lebih luas daripada sekadar birokrasi.
Sistem tersebut harus mampu menjaga arah pembangunan sekaligus memastikan manfaatnya tidak berhenti di wilayah atau kelompok masyarakat tertentu.
Tata Ruang Menentukan Arah Pertumbuhan
Keberlanjutan pembangunan juga berkaitan dengan bagaimana pemerintah menentukan arah ruang dan pusat pertumbuhan ekonomi.
Analistis.com sebelumnya mengulas perubahan tata ruang Kabupaten Serang sebagai salah satu faktor penting dalam menentukan arah investasi dan pusat ekonomi baru.
Baca Juga: Perubahan Tata Ruang 2026: Kunci Investasi dan Pusat Ekonomi Baru Kabupaten Serang
Artinya, pembangunan berkelanjutan tidak hanya berbicara mengenai apa yang dibangun hari ini, tetapi juga bagaimana keputusan pemerintah hari ini membentuk struktur ekonomi dan ruang Banten dalam beberapa tahun ke depan.
Kesalahan perencanaan dapat menghasilkan persoalan baru. Sebaliknya, perencanaan yang konsisten dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan yang lebih merata.
Banten Bergerak Harus Menghasilkan Dampak
Andra menyebut pendekatan tersebut menjadi bagian dari semangat “Banten Bergerak, Maju Berdampak.”
“Kita bergerak bukan sekadar untuk terlihat sibuk. Kita maju bukan sekadar untuk memperbaiki angka statistik. Kita ingin setiap gerak pembangunan menghasilkan dampak,” tegasnya.
Pernyataan itu membawa ukuran pembangunan pada hal yang lebih konkret.
Sekolah harus meningkatkan kualitas pendidikan. Jalan harus memperpendek waktu tempuh dan menekan biaya logistik. Pelatihan harus menghasilkan pekerjaan. Investasi harus menciptakan lapangan kerja.
Dan pembangunan wilayah harus menghasilkan pemerataan, bukan sekadar pertumbuhan di pusat-pusat ekonomi yang sudah berkembang.
Ujian Sesungguhnya Ketika Gubernur Berganti
Andra berharap pembangunan Banten dapat terus berjalan meskipun terjadi pergantian gubernur maupun pejabat pemerintahan.
“Sistem yang baik harus mampu menjaga keberlanjutan pembangunan,” katanya.
Di sinilah gagasan legacy yang disampaikan Andra menjadi penting.
Seorang gubernur memiliki masa jabatan. Namun, kebutuhan masyarakat tidak ikut berganti ketika kepala daerah berganti.
Karena itu, program yang terbukti bermanfaat seharusnya dapat diteruskan, sementara kebijakan yang tidak efektif dapat diperbaiki tanpa harus mengubah seluruh arah pembangunan.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan Banten bukan hanya akan ditentukan oleh seberapa banyak proyek yang selesai selama satu periode pemerintahan.
Ukuran yang lebih penting adalah apakah sistem yang dibangun mampu membuat pembangunan tetap berjalan, investasi menghasilkan manfaat, pemerataan terus dikejar, dan pelayanan publik semakin baik ketika kepemimpinan berganti.
Jika itu dapat diwujudkan, maka legacy sebuah pemerintahan tidak berhenti pada nama seorang gubernur. Ia berubah menjadi fondasi yang dapat diteruskan oleh pemerintahan berikutnya.






