SERANG, ANALISTIS.COM — Pertumbuhan ekonomi sering kali dibaca sebagai tanda bahwa kondisi masyarakat ikut membaik. Namun, pertumbuhan ekonomi dan kondisi pasar kerja tidak selalu bergerak dengan ukuran yang sama.
Di Banten, misalnya, ekonomi pada semester I 2026 tumbuh 5,57 persen secara tahunan. Pada saat yang sama, jumlah penduduk yang bekerja juga meningkat dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 6,48 persen pada Mei 2026.
Data tersebut menunjukkan adanya perbaikan di pasar kerja. Tetapi, di balik angka itu terdapat persoalan lain yang perlu diperhatikan: pekerjaan seperti apa yang bertambah dan seberapa besar pekerjaan tersebut memberikan kepastian serta jam kerja yang memadai bagi masyarakat?
Ekonomi Tumbuh 5,57 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat ekonomi Banten pada semester I 2026 tumbuh 5,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut melanjutkan kinerja ekonomi Banten yang pada triwulan I 2026 tumbuh 5,64 persen secara tahunan.
Artinya, aktivitas ekonomi di Banten tetap mengalami ekspansi.
Namun, pertumbuhan ekonomi tidak secara otomatis berarti seluruh tambahan angkatan kerja akan langsung terserap ke dalam pekerjaan yang stabil.
Angkatan Kerja Banten Mencapai 6,29 Juta Orang
Dalam perkembangan ketenagakerjaan terbaru, BPS mencatat jumlah angkatan kerja Banten pada Mei 2026 mencapai sekitar 6,29 juta orang.
Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 5,88 juta orang, atau meningkat sekitar 57 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Pada saat yang sama, angkatan kerja bertambah sekitar 54 ribu orang.
Angka tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja Banten memang menyerap tambahan tenaga kerja.
Namun, pertambahan jumlah pekerja belum sepenuhnya menjawab persoalan mengenai kualitas pekerjaan.
TPT Turun Menjadi 6,48 Persen
BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banten pada Mei 2026 sebesar 6,48 persen.
Angka tersebut turun 0,11 poin persentase dibandingkan Februari 2026 yang berada pada level 6,59 persen.
Dengan demikian, tidak tepat jika kondisi tersebut dibaca sebagai meningkatnya pengangguran.
Justru terdapat perbaikan dari sisi jumlah pengangguran terbuka.
Persoalannya adalah apakah penurunan TPT tersebut berjalan bersamaan dengan peningkatan kualitas pekerjaan yang tersedia.
Pekerja Formal Justru Menurun Proporsinya
Di sinilah data ketenagakerjaan Banten menjadi lebih menarik.
BPS mencatat jumlah pekerja formal pada Mei 2026 sekitar 2,88 juta orang, dengan proporsi 48,99 persen dari total penduduk bekerja.
Proporsi tersebut turun 3,20 poin persentase dibandingkan Februari 2026.
Dengan kata lain, bertambahnya jumlah orang yang bekerja tidak serta-merta berarti bertambahnya proporsi pekerja dalam pekerjaan formal.
Ini menjadi salah satu indikator penting ketika membicarakan hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kualitas pasar kerja.
Setengah Pengangguran Ikut Meningkat
Indikator lain yang perlu diperhatikan adalah setengah pengangguran.
BPS mencatat tingkat setengah pengangguran pada Mei 2026 meningkat 0,96 poin persentase dibandingkan Februari 2026.
Pekerja yang bekerja secara paruh waktu juga meningkat 0,20 poin persentase.
Data ini tidak berarti pekerjaan yang tersedia tidak bermanfaat bagi masyarakat.
Namun, angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak hanya mengenai ada atau tidaknya pekerjaan.
Ada pula persoalan mengenai jumlah jam kerja, status pekerjaan, dan tingkat kepastian pekerjaan.
Sektor Mana yang Menyerap Tenaga Kerja?
Menariknya, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi lapangan usaha dengan penambahan pekerja terbesar pada periode tersebut, yakni sekitar 92,79 ribu orang.
Temuan ini penting karena struktur ekonomi Banten selama ini juga sangat dipengaruhi sektor industri, perdagangan, jasa dan aktivitas ekonomi perkotaan.
Pertanyaannya kemudian bukan sekadar berapa banyak pekerjaan yang tercipta.
Tetapi juga:
Di sektor mana pekerjaan tersebut tumbuh?
Seperti apa karakter pekerjaannya?
Dan apakah pertumbuhan sektor-sektor tersebut mampu menyerap tambahan angkatan kerja Banten secara berkelanjutan?
Pertumbuhan Ekonomi Tidak Selalu Sama dengan Pertumbuhan Pekerjaan Berkualitas
Data BPS menunjukkan sebuah gambaran yang lebih kompleks.
Ekonomi Banten tumbuh.
Jumlah penduduk bekerja bertambah.
TPT juga turun.
Tetapi proporsi pekerja formal menurun dan setengah pengangguran meningkat.
Karena itu, membaca kondisi ketenagakerjaan hanya dari angka TPT tidak cukup.
Pertumbuhan ekonomi perlu dilihat bersama dengan struktur pekerjaan yang tercipta.
Sebab, bagi masyarakat, ukuran keberhasilan ekonomi pada akhirnya bukan hanya seberapa tinggi pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), tetapi juga apakah pertumbuhan tersebut membuka pekerjaan yang cukup, memberikan jam kerja yang memadai dan mampu meningkatkan kesejahteraan.
Pertanyaan Berikutnya untuk Banten
Banten memiliki basis industri yang besar, kawasan ekonomi yang berkembang dan jumlah penduduk usia kerja yang tinggi.
Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi tersebut mampu menciptakan kesempatan kerja yang sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja.
Data terbaru BPS menunjukkan bahwa pasar kerja Banten memang bergerak ke arah yang lebih baik dari sisi penurunan TPT.
Namun, struktur pekerjaan masih perlu diperhatikan.
Pertanyaan tentang pasar kerja Banten tidak berhenti pada berapa banyak pekerjaan yang tercipta. Pertanyaan berikutnya adalah pekerjaan seperti apa yang tumbuh, di sektor mana, dan apakah pertumbuhan tersebut mampu menyerap tambahan angkatan kerja secara berkelanjutan.
Itulah salah satu pekerjaan rumah Banten di tengah pertumbuhan ekonomi yang terus berlangsung.







1 komentar