SERANG – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, bukan sekadar hafalan atau simbol dalam upacara.
Pesan itu disampaikan Hengki saat menghadiri sekaligus membacakan teks Pancasila pada Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tingkat Provinsi Banten 2026 di Lapangan Kantor Gubernur Banten, Kota Serang, Kamis (1/10/2026).
Upacara dipimpin Gubernur Banten Andra Soni sebagai inspektur upacara dan dihadiri unsur Forkopimda, termasuk jajaran Polda Banten. Hengki mendapat tugas membacakan teks Pancasila dalam rangkaian upacara tersebut.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus menjadi pedoman dan diwujudkan dalam setiap sikap dan tindakan kita. Semangat persatuan, gotong royong, keadilan, dan penghormatan terhadap sesama harus terus kita jaga,” ujar Hengki.
Pesan Persatuan di Tengah Banten yang Beragam
Pesan mengenai persatuan itu memiliki konteks tersendiri bagi Banten. Wilayah hukum Polda Banten mencakup karakter wilayah yang beragam, mulai dari kawasan industri, pesisir dan perairan, pertanian, kehutanan hingga pertambangan.
Hal tersebut sebelumnya disampaikan Hengki ketika Polda Banten menerima kunjungan Komisi III DPR RI pada 24 September 2026. Menurut Hengki, karakter wilayah tersebut membutuhkan pola penegakan hukum yang adaptif sekaligus dukungan sinergi lintas instansi.
Konteks itu membuat pesan tentang persatuan tidak hanya berkaitan dengan peringatan nasional, tetapi juga dengan bagaimana berbagai kepentingan dan karakter wilayah dikelola dalam kehidupan masyarakat Banten.
Hengki mengatakan momentum Hari Kesaktian Pancasila perlu digunakan untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Keamanan Banten Tak Hanya Menjadi Tugas Polri
Hengki juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, Forkopimda dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Polri akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Forkopimda, dan seluruh masyarakat untuk menjaga Banten tetap aman, tertib, dan kondusif,” katanya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan pendekatan yang sebelumnya disampaikan Hengki dalam forum bersama Komisi III DPR RI. Saat itu, ia menegaskan bahwa keberhasilan penegakan hukum tidak cukup dilihat dari jumlah perkara yang ditangani, tetapi juga dari bagaimana prosesnya dilakukan secara profesional, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Artinya, pesan sinergi yang disampaikan pada Hari Kesaktian Pancasila tidak berdiri sendiri. Bagi wilayah dengan karakter sosial dan ekonomi yang beragam seperti Banten, koordinasi antarlembaga menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan.
Pancasila Harus Terlihat dalam Pelayanan Publik
Pada momentum yang sama, Gubernur Banten Andra Soni juga menekankan bahwa nilai Pancasila tidak seharusnya berhenti dalam seremoni.
Andra meminta nilai Pancasila diterapkan dalam cara aparatur bekerja, mengambil keputusan, berinteraksi, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan.
Dengan demikian, pesan yang muncul dari peringatan Hari Kesaktian Pancasila di tingkat Provinsi Banten tahun ini memiliki dua sisi: menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat dan menerjemahkan nilai tersebut ke dalam kerja pemerintahan serta pelayanan publik.
Hengki pun mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat persatuan dan kepedulian.
“Mari kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian, dan bersama-sama menjaga Banten agar senantiasa aman, damai, dan harmonis,” tutur Hengki.
Penulis: Elfan













1 komentar